Laman

Senin, 10 Desember 2012

bakteri

bakteri
gurungeblog.wordpress.com
Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.

if you want to know about history of bactery, can you klik next link  "history of bactery"

Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

contoh bentuk-bentuk bakteri
  • Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
    • Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
    • Diplococcus, jka berganda dua-dua
    • Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar
    • Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
    • Staphylococcus, jika bergerombol
    • Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai
  • Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    • Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
    • Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai
  • Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    • Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma)
    • Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
    • Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.
Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.


alat gerak bakteri
Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. Sama seperti struktur kapsul, flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
  • Atrik, tidak mempunyai flagel.
  • Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
  • Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
  • Amfitrik, mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.
  • Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya


Kamis, 06 Desember 2012

what is influenza???

Influenza, biasa disebut sebagai flu, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae (virus influenza), yang mempengaruhi burung dan mamalia.

Gejala yang paling umum dari penyakit ini menggigil, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala parah, batuk, kelemahan / kelelahan dan ketidaknyamanan umum. Sakit tenggorokan, demam dan batuk adalah gejala yang paling sering.

Dalam kasus yang lebih serius, influenza menyebabkan pneumonia, yang bisa berakibat fatal, terutama bagi kaum muda dan orang tua. Meskipun sering bingung dengan lain seperti penyakit influenza, terutama pilek, influenza adalah penyakit yang lebih parah daripada flu biasa dan disebabkan oleh berbagai jenis virus.
Influenza dapat menghasilkan mual dan muntah, terutama pada anak.

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara dengan batuk atau bersin, membuat aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kotoran burung atau sekret hidung, atau melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Aerosol Airborne telah dianggap menyebabkan infeksi yang paling, walaupun yang berarti transmisi yang paling penting adalah tidak benar-benar jelas. Seperti virus dapat dilemahkan oleh sabun, sering mencuci tangan mengurangi risiko infeksi.

Influenza menyebar di seluruh dunia dalam wabah musiman, yang mengakibatkan kematian antara dan orang setiap tahun, sampai jutaan dalam beberapa tahun pandemi.

Rata-rata 41.400 orang meninggal setiap tahun di Amerika Serikat antara 1979 dan 2001 dari influenza.
Tiga Pandemi influenza terjadi pada abad ke-20 dan membunuh puluhan juta orang, dengan masing-masing pandemi disebabkan oleh munculnya strain baru virus pada manusia.

Seringkali, strain baru muncul ketika sebuah virus flu yang ada menyebar ke manusia dari spesies hewan lain, atau ketika suatu strain manusia yang ada mengambil gen baru dari virus yang biasanya menginfeksi burung atau babi.

Strain burung bernama H5N1 mengangkat keprihatinan pandemi influenza baru, setelah itu muncul di Asia pada 1990-an, tetapi tidak berkembang ke bentuk yang menyebar dengan mudah di antara manusia.
Pada bulan April 2009 strain flu baru berkembang bahwa gen gabungan dari manusia, babi, dan flu burung, awalnya dijuluki "flu babi" dan juga dikenal sebagai influenza H1N1, muncul di Meksiko, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan secara resmi untuk menjadi wabah pandemi pada tanggal 11 Juni 2009. Pernyataan WHO dari tingkat pandemi 6 merupakan indikasi penyebaran, bukan tingkat keparahannya, ketegangan benar-benar memiliki tingkat kematian lebih rendah dari wabah flu biasa.
Vaksinasi terhadap influenza biasanya diberikan kepada orang-orang di negara maju dan unggas ternak.
Vaksin manusia yang paling umum adalah vaksin influenza trivalen (TIV) yang berisi materi dimurnikan dan tidak aktif dari tiga strain virus. Biasanya, vaksin ini meliputi bahan dari dua subtipe virus influenza A dan satu jenis B virus influenza.

Para TIV tidak membawa risiko penularan penyakit, dan memiliki reaktivitas sangat rendah. Sebuah vaksin diformulasikan untuk satu tahun mungkin tidak efektif pada tahun berikutnya, karena virus influenza berkembang cepat, dan strain baru dengan cepat menggantikan yang lebih tua.
Obat antivirus dapat digunakan untuk mengobati influenza, dengan inhibitor neuraminidase yang sangat efektif.

Para''Kata''Influenza berasal dari bahasa Italia yang berarti "pengaruh" dan mengacu pada penyebab penyakit, awalnya, ini dianggap penyakit untuk pengaruh astrologi tidak menguntungkan.
Perubahan dalam berpikir medis menyebabkan modifikasi untuk''influenza del freddo'', yang berarti "pengaruh dingin".

Para''Kata''influenza pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada 1743 ketika itu diadopsi, dengan pengucapan inggris, selama wabah penyakit di Eropa.

Istilah kuno untuk influenza termasuk''epidemi penyakit selesema'',''penyakit influensa''(dari Perancis),''berkeringat''penyakit, dan''demam''Spanyol (khususnya untuk strain pandemi flu 1918).

kultur jaringan

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.
Prinsip

       Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.

Media 

      Ada dua penggolongan media tumbuh: media padat dan media cair.  Media padat pada umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan. Komposisi media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat berbeda komposisinya. Perbedaan komposisi media dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang ditumbuhkan secara in vitro. Media Murashige dan Skoog (MS) sering digunakan karena cukup memenuhi unsur hara makro, mikro dan vitamin untuk pertumbuhan tanaman.

      Nutrien yang tersedia di media berguna untuk metabolisme, dan vitamin pada media dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah sedikit untuk regulasi. Pada media MS, tidak terdapat zat pengatur tumbuh (ZPT) oleh karena itu ZPT ditambahkan pada media (eksogen). ZPT atau hormon tumbuhan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Interaksi dan keseimbangan antara ZPT yang diberikan dalam media (eksogen) dan yang diproduksi oleh sel secara endogen menentukan arah perkembangan suatu kultur.
Penambahan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh pada jaringan parenkim dapat mengembalikan jaringan ini menjadi meristematik kembali dan berkembang menjadi jaringan adventif tempat pucuk, tunas, akar maupun daun pada lokasi yang tidak semestinya.  Proses ini dikenal dengan peristiwa dediferensiasi. Dediferensiasi ditandai dengan peningkatan aktivitas pembelahan, pembesaran sel, dan perkembangan jaringan.

Metode

      Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, dan embriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus. Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan. Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang. Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan